Rabih Digital RW

Windows 11 Browser default Bakal Susah di ganti, Ini Sebabnya

Windows 11 susah ganti browser default

Microsoft kembali mengganti metodenya untuk cara ganti browser windows standar.

Dari yang awal mulanya lumayan gampang di Windows 10, jadi rumit di Windows 11.Meskipun Microsoft punyai banyak perombakan bagus di penampilan antarmuka Windows 11 dan pencipta browser seperti Mozilla, Opera, serta Vivaldi mengeluh perombakan metode pergantian browser standar di Windows 11 ini.

Perombakan ini semula tidak begitu tampak, karena masih serupa dengan cara penentuan browser standar di MicrosoftWindows 10. Saat pemakai menyeting suatu browser anyar di samping Microsoft Edge, bakal tampak pilihan penentuan browser saat pemakai buka suatu link.

Dalam pilihan ini, pemakai dapat mengenali opsi ‘Always use this app’ untuk menentukan browser opsinya menjadi standar. Sampai kini,

tekniknya tetap sama dengan di Microsoft Windows 10. Tetapi kalau pemakai lupa mengenali opsi itu, jadi cara sesudah itu bakal lebih susah.

Pemakai browser yang tidak jadikan browser standar di Microsoft Windows 11. Pada umumnya bakal munculkan pilihan untuk mengontrol browser itu jadi standar. Pilihan itu bakal buka menu pemilihan program untuk jadikan program standar, termasuk browser.

Sebuah “Paksaan” Untuk Pemakai Browser Windows 11

Di menu itu penyusunannya jadi begitu susah. Kalau awal mulanya pemakai perlu memutuskan browser untuk jadikan browser standar. Sekarang pemakai harus tentukan browser standar untuk tiap type file.

Dalam contoh kejadian browser Chrome, opsi filenya yakni HTM, HTML, PDF, SHTML, SVG, WEBP, XHT, XHTML, FTP, HTTP, serta HTTPS, begitu di kutip dari The Verge, Jumat (20/8/2021).

Proses ini terlalu panjang ketimbang prosesnya di Windows 10 yang paling sederhana. Di mana pemakai perlu tentukan terapan standar untuk keseluruhannya, bukan per jenis file.

“Kami sudah menaikkan kekhawatiran pada trend di windows. Sejak mulai Windows 10, pemakai harus lakukan tambahan cara yang tidak di butuhkan untuk tentukan penataan browser standar,” kata Selena Deckelmann, senior vice president Firefox.

“Kendala ini sedikitnya bakal memusingkan pemakai serta di rancang untuk menyepelekan browser non Microsoft untuk di jadikan alternatif pemakai,” tambahnya.

Ada pula Opera yang tidak menyenangi cara Microsoft ini. Serta mengatakan cara ini di jalankan untuk menaikkan pemakai browser bikinan Microsoft.

“Begitu di sayangkan sewaktu pencipta platform mengaburkan masalah pemakaian umum. Untuk menaikkan rekam jejak produk mereka sendiri,” kata Krystian Kolondra, head of browser Opera dalam pernyataannya.

“Kami pengin ajak banyak pencipta platform untuk menghargai opsi pemakai serta mengizinkan berlangsungnya persaingan di platform mereka. Larang opsi pemakai yakni suatu cara mundur,” tambahnya.

Sampai bos Android, Chrome, serta Chrome OS Hiroshi Lockheimer juga memberi komentar dan 1/2 menilai cara Microsoft ini. Menurut dia ini yakni soal yang tragis karena Microsoft mengakui menjadi perusahaan yang paling terbuka.

“Ini Hadir dari perusahaan yang mengakui sebagai yang paling terbuka, dengan ‘pilihan paling banyak’,” kata Lockheimer.

“Mudah-mudahan saja ini cuma berada pada developer preview, serta versi penuh Windows 11 dapat penuhi claim mereka,” tandasnya.

Rate this post

Related Articles

Tinggalkan Balasan